Sabtu, 19 April 2014

Keinginan vs Kenyataan


Ceritanya ini malam minggu,setelah sekian lama gak ngeblog akhirnya kembali lagi dengan blog yg hampir setaun gak di obrak abrik...
Kbtulan aja momentx pas kalo di tmpat gue lgii hujan gede (segede rumah)...
Banyak mau ingin ini ingin itu,apa daya cume bisa nangkring depan hapek nulis keypad ampe jari gak bebentuk...

Salah satu keinginan elo smua mngkin ini kali ya : #LOL

Keinginan : Pengennya sih malam minggu jalan bareng gebetan,dinner barengan,nikmatin angin malam,tertawa bersama sampek puas...

Kenyataanya :
Malam minggu dirumah,stuck depan hape main sosmed update status sok malam mingguan indah bahagia padahal suram....

Selasa, 12 November 2013

Tentang Kita Yang Kemarin


Gak ada yang tahu kapan cinta bakal datang, kapan cinta akan menyapa, dan kapan rindu akan menggebu-gebu. Semuanya rahasia dari tuhan.

Seperti debu yang hinggap diatas batu, kadang datang terbawa angin dan kadang pula tersapu oleh angin itu sendiri.

Ada hal-hal yang tak pernah sempat kita tahu, ada pula yang memang jauh dari apa yang pernah kita bayangkan. Dengan siapa kita saat ini, bersama siapa kita melewatinya, selau saja ada kejutan dari yang maha kuasa. Yang awalnya hanya berucap sapa dan tak pernah lebih, akan berganti dengan banyak kisah untuk diceritakan.

Sosok itu tiba-tiba hadir, datang dengan sendirinya, tiba-tiba muncul seperti pesulap yang bermain diatas panggung, mempertontonkan aksinya yang membuat penonton terpukau. Mengeluarkan magic membuat hati terpana, begitulah kehadiranmu.

Tidak ada alasan sediktipun ucap mulutmu, alasan untuk mencintai, alasan untuk menyayangi setulus hatimu, semuanya hanya ikhlas tanpa tau berasal dari mana. Pelan-pelan kau menyayangiku, meski banyak tertuang dalam kata namu selalu kucoba untuk memahaminya.

Sedikit isak tangis pernah kudengar, menandakan rintihan rindu yang memang sudah tak tertahan, “aku akan pulang” bisikku di telingamu, walau aku sendiripun tak pernah tahu kapan akan pulang. Yang kutau, tuhan akan mempertemukan kita disaat kita sudah siap untuk bertatap kembali.

Tidak pernah terbayangkan memang, beberapa kali aku mencoaba bertanya pada diri sendiri, namun tak pernah ada jawaban. Bertanya kepadamu, hanya sepotong kalimat yang kudapat “aku nyaman bersamamu”.
Ini kisah kita, aku mencoba bercerita tentang kita saja, tentang kita berdua, tentang tawa yang kita buat, tentang pelukan hangat yang kita ciptakan dalam panasnya mentari menyengat, namun hangatnya kasih sayang begitu terasa.

Tidak lama, beberapa hari denganmu cukup untuk melihat tawamu, cukup untuk mengerti bahasa tubuhmu, cukup untuk mendengar ocehan manismu, cukup untuk selalu cerewet terhadap keras kepalanya dirimu. Kita bukan apa-apa, kita hanya mencoba untuk bersama, itu saja.

Aku melihat masa lalumu yang menggores jauh di dalam hati, aku ikut menyelam bersama kisah yang kau sampaikan, tak banyak kebahagiaan yang kutemukan, segalanya hanya berakhir duka. Yang kumau hanya senyuman kebahagiaan darimu, tawa lepas yang tak pernah ada beban untuk kau pikul sendiri. Singkatnya, aku hanya ingin memberikan yang terbaik dalam hidupmu.

Hingga saatnya kita menjauh, menjadikan jarak sebagai pembatas untuk saling melihat, menjadikan lautan sebagai jalan angin untuk mengantar pesan rindu.

Kita memang mencoba mengikat janji, untuk tak akan pernah adanya rindu, Namun apa daya, sayangmu kuat, perhatianmu melekat, senyummu terikat erat di benakku.

Memikirkanmu memang tak pernah semuda menulis kata-kata “aku merindumu”, namun lebih dari itu memang nyata aku merindukanmu.

Tak mungkin untuk saling menyapa dalam nyata, dalam khayal kucoba mengingat lagi, tentangmu, tentang kita yang bersama dalam hitungan jari. Kita yang tak pernah luput dari tawa, kita yang tak pernah takut untuk saling berucap apakah pantas atau tidak, kita hanya mencoba membentuk tawa dalam singkatnya pertemuan.

Kita jauh (lagi)…
Kita bercumbu dalam dunia maya…
Kita saling melepas rindu lewat sebuah mesin…
Mecoba saling menenangkan dalam gundah, dan saling membahagiakan dalam tawa……

Selasa, 29 Oktober 2013

Ingin Punya Cinta Sejati ? Gunakan Indra Ke-Enam Anda


Wanita umumnya memiliki insting dan intuisi yang lebih kuat ketimbang pria. ..
Kelebihan ini ternyata bisa dijadikan cara untuk membantu mencari cinta. Atau lebih tepatnya, pria yang tepat untuk jadi kekasih.....
Beberapa cara dibawah ini,pernah dicoba untuk menajamkan insting indra ke-enam..

1. Reaksi Pertama Anda Saat Bertemu
Ketika bicara soal cinta, coba sebisa mungkin menjauhkan hal-hal yang bersifat logis dan kognitif, dan fokuslah pada apa yang Anda rasakan. Thomas menyarankan untuk mencoba dan percaya pada insting ketika pertama kali Anda melihat seseorang atau sesuatu.

Sebagai contoh, jika Anda bertemu seorang pria yang kelihatannya baik tapi di saat bersamaan Anda juga punya perasaan aneh kalau dia suka berselingkuh, maka mungkin intuisi Anda ada benarnya. Tapi jangan gegabah untuk segera menolaknya.

"Jangan langsung meninggalkannya hanya karena insting pertama. Coba selami dulu dengan temu kencan beberapa kali. Lihat petunjuk-petunjuk lain yang mungkin memperjelas kebenaran insting Anda itu," ujar John.

2. Jangan Biarkan Masa Lalu Menghantui Anda yang Sekarang
Percaya intuisi bukan berarti Anda harus mengambil keputusan berdasarkan kejadian yang pernah dialami di masa lalu. Kelihatannya memang logis, karena pepatah 'pengalaman adalah guru terbaik'...
Tapi dalam kasus mencari cinta, hal itu kurang cocok diterapkan. Misalnya saja Anda pernah berpacaran dengan pria dari suku tertentu kemudian dikhianati. Beberapa bulan kemudian Anda mengencani pria dari suku yang sama.
Jangan langsung berpikiran bahwa pasangan baru Anda itu juga akan menyelingkuhi Anda hanya karena suku atau asalnya sama....

3. Saat Berpacaran, 'Baca' Kekasih Anda
Lihat dari caranya berkomunikasi dengan Anda lewat bahasa tubuh, kata-kata dan perilaku,...
Misalnya saja saat ia berbohong...
Saat seorang pria mencoba berbohong, sebenarnya ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Sehingga saat sedang berbicara tidak jujur, pria akan mengeluarkan gerakan tubuh yang berbeda.  

4. Rasakan 'Getaran'
Jika Anda masih dalam pencarian pasangan, jangan abaikan getaran yang Anda rasakan saat bertemu seseorang...
 Coba jangan menilai orang hanya dari penampilan luar mereka, tapi berdasarkan getaran atau rasa yang Anda dapat saat berdekatan dengannya. Merasa nyaman atau malah justru risih ?