puasa

Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Pencitraan di Bulan Ramadhan (Modus Puasa)



Dalam hal ini, ibadah puasa dan seluruh amaliah di bulan suci ramadhan terkadang dijadikan momentum yang efektif untuk pencitraan kegiatan spiritual sebagai proses penyucian dan pencitraan diri. Terminologi
impresif mengindikasikan bahwa semakin gencar dilakukan pencitraan, maka tingkat dan besar kesalehannya.

Penomena tersebut semakin dahsyat diekspresikan karena mendapat publikasi potensial dari media.
Bulan puasa adalah bulan yang suci dan bulan penyucian diri. Bulan pertobatan yang selayaknya dijadikan momentum untuk mencari ridho Allah dan bukan mencari ridho manusia. Kesibukan mencari ridho manusia
akan membuka peluang dan kecenderungan manusia beramal hanya untuk kepentingan pencitraan.

Sementara dalam tradisi universal Islam diisyaratkan jika manusia
ingin mendapatkan ridho Allah maka segala amalan yang hendak dilakukan
harus secara rahasia atau tanpa pamrih.

Setelah kita melewati ramdhan ini, masihkan kita akan mencari ridho manusia ?
Buka hati dan pikiran, marilah kita jadikan bulan Ramadhan yang akan datang sebagai momentum untuk
bebenah iri, introspeksi, cooling dawn, berkontemplasi, dan merefleksi
diri, baik sebagai individu yang nyata-nyata lemah di hadapan Tuhan maupun sebagai bangsa yang kini sedang bertaruh atas masa depannya. Aktualisasinya, antara lain dengan berani mengadakan
reformasi ke arah perbaikan sistem kampanye politik yang religious humanistik, mengedepankan perspektif moralitas, bukan malah menjadikan ramadhan sebagai tempat memperbaiki citra di hadapan manusia.